Pendekatan, Program dilaksanakan oleh konsorsium ALIVE – FP3 yang terdiri dari tiga lembaga yaitu ; FIELD, PEKAT, PARAS. Menggunakan pendekatan yang menggabungkan Sekolah Lapangan Pelestarian Keanekaragaman Hayati, dengan penguatan modal sosial dan keuangan melalui penyelenggaraan Credit Union di tingkat masyarakat. Didukung oleh OCSP – USAID.
Sekolah Lapangan, merupakan rangkaian kegiatan oleh masyarakat dimulai dengan melakukan pengkajian perikehidupan desa, sehingga tersusun Rencana Aksi Konservasi Desa. Dilanjutkan dengan penggalangan dukungan dari masyarakat luas dan para pihak dalam bentuk hari lapangan, dan diakhiri dengan pelaksanaan rencana aksi.
Credit Union atau Usaha Bersama Simpan Pinjam, merupakan wadah kerjasama dalam peningkatan ekonomi dan menyemai nilai-nilai modal sosial di kalangan masyarakat.
Secara bersama kedua program membangun kapasitas masyarakat dan organisasi lokal, yang diperlukan dalam mengurangi ancaman terhadap habitat orangutan dan melestarikan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, serta mengembangkan kebijakan dan kelembagaan yang mendukung. Di samping itu mendorong peran kunci perempuan dalam menstabilkan dan memperbaiki kondisi keluarga-keluarga rentan dan strategi perikehidupan masyarakat yang mendukung kegiatan pelestarian habitat.
Wilayah Program. Dilaksanakan pada 6 desa terpilih (Desa Sampe Raya, Timbang Jaya, Timbang Lawan) di Kecamatan Bohorok - Kabupaten Langkat - Sumatera Utara dan (Desa Pucuk Lembang, Durian Kawan dan Pasie Lembang) di Kabupaten Aceh Selatan – Nangro Aceh Darusalam. Desa-desa ini berada di kawasan penyangga konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Tanaman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan habitat satwa dan tanaman langka termasuk orangutan sumatera yang jumlahnya semakin menurun sebagai akibat konversi hutan, pencurian kayu dan perdagangan satwa liar.
Melibatkan 30 perwakilan mayarakat, 2 pemandu desa dan seorang staf lapangan ALIVE di setiap desa pada awal kegiatan.
Hasil akhir adalah model-model desa konservasi (di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara) yang dapat diperbanyak dalam skala yang berarti dan mampu untuk mengurangi atau meminimalkan ancaman terhadap orangutan dan habitatnya.







